Iuran BPJS Kesehatan menjadi salah satu pengeluaran rutin yang perlu diperhatikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Besaran iuran berbeda berdasarkan jenis kepesertaan, termasuk peserta mandiri, penerima bantuan iuran, dan pekerja yang terdaftar melalui perusahaan atau pemberi kerja.
Pada 2026, besaran iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan masih mengacu pada ketentuan yang berlaku. Peserta mandiri kelas I membayar Rp150.000 per orang per bulan, kelas II Rp100.000, sedangkan kelas III memiliki iuran Rp42.000 dengan bantuan pemerintah sebesar Rp7.000 per orang per bulan. Dengan demikian, peserta mandiri kelas III membayar Rp35.000 setiap bulan.
Jenis Kepesertaan BPJS Kesehatan
Sebelum mengetahui besaran iuran, penting untuk memahami bahwa BPJS Kesehatan membedakan kepesertaan berdasarkan status peserta dan sumber pembayaran iurannya.
1. Penerima Bantuan Iuran (PBI)
Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan atau PBI JK merupakan peserta yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah sesuai ketentuan program. Kepesertaan ini ditujukan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang memenuhi kriteria serta tercatat dalam data yang digunakan pemerintah.
Peserta tidak membayar iuran bulanan secara mandiri selama status kepesertaan dan pembiayaannya aktif. Penetapan peserta mengikuti ketentuan dan proses pendataan pemerintah yang berlaku.
2. Peserta Mandiri atau PBPU dan Bukan Pekerja
Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) membayar iuran sendiri atau melalui pihak lain atas nama peserta. Untuk kategori ini, besaran iuran mengikuti kelas kepesertaan yang tercatat.
Berikut rincian iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan yang berlaku pada 2026.
Daftar Iuran BPJS Kesehatan Kelas I, II, dan III 2026
| Kelas | Iuran per Orang per Bulan | Keterangan |
|---|---|---|
| Kelas I | Rp150.000 | Dibayar peserta atau pihak yang menanggung iuran |
| Kelas II | Rp100.000 | Dibayar peserta atau pihak yang menanggung iuran |
| Kelas III | Rp42.000 | Rp7.000 dibantu pemerintah; peserta membayar Rp35.000 |
Besaran tersebut merupakan iuran peserta mandiri PBPU dan BP. Ketentuan pembayaran untuk peserta PBI maupun peserta yang terdaftar melalui pemberi kerja berbeda, sehingga tidak dapat disamakan dengan tarif kelas peserta mandiri.

Berapa Iuran BPJS Kesehatan untuk Satu Keluarga?
Total iuran keluarga bergantung pada jumlah anggota keluarga yang terdaftar dan kelas kepesertaan masing-masing. Sebagai ilustrasi, apabila terdapat empat orang peserta mandiri yang seluruhnya terdaftar pada kelas yang sama, perkiraan iurannya adalah sebagai berikut.
| Kelas | Iuran per Orang | Perkiraan untuk 4 Orang |
|---|---|---|
| Kelas I | Rp150.000 | Rp600.000 per bulan |
| Kelas II | Rp100.000 | Rp400.000 per bulan |
| Kelas III | Rp35.000 yang dibayar peserta | Rp140.000 per bulan |
Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi untuk empat peserta mandiri dengan kelas yang sama. Tagihan sebenarnya perlu diperiksa berdasarkan data kepesertaan dan jumlah anggota keluarga yang tercatat pada sistem BPJS Kesehatan.
Iuran BPJS Kesehatan untuk Karyawan
Iuran BPJS Kesehatan bagi pekerja penerima upah atau PPU tidak dihitung menggunakan tarif kelas mandiri. Untuk pekerja pada badan usaha, ketentuan umum iuran JKN adalah sebesar 5 persen dari gaji atau upah bulanan, dengan pembagian 4 persen ditanggung pemberi kerja dan 1 persen ditanggung pekerja.
Perhitungan dan batas upah yang menjadi dasar iuran mengikuti ketentuan yang berlaku untuk kelompok kepesertaan terkait. Karena itu, pekerja sebaiknya memeriksa rincian potongan pada slip gaji dan memastikan kepesertaan tercatat dengan benar.
Apakah Iuran BPJS Kesehatan Kelas III Gratis?
Iuran kelas III peserta mandiri tidak sepenuhnya gratis. Besaran iurannya Rp42.000 per orang per bulan, dengan bantuan pemerintah sebesar Rp7.000. Dengan demikian, peserta mandiri membayar Rp35.000 per orang per bulan.
Ketentuan ini berbeda dengan peserta PBI JK yang iurannya dibayarkan pemerintah sesuai status kepesertaan. Peserta yang memenuhi syarat bantuan perlu memastikan statusnya tercatat sebagai penerima bantuan, bukan hanya menganggap dirinya berhak karena kondisi ekonomi tertentu.
Bagaimana dengan Kelas Rawat Inap BPJS Kesehatan?
Kelas kepesertaan peserta mandiri dan pengaturan ruang rawat inap merupakan hal yang perlu dibedakan. Pemerintah telah mengatur penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024. Pelaksanaannya berkaitan dengan standar fasilitas ruang rawat inap dan tidak berarti tarif iuran peserta otomatis berubah menjadi sama.
Untuk mengetahui hak pelayanan, ketentuan ruang rawat inap, serta aturan yang berlaku di fasilitas kesehatan, peserta sebaiknya memeriksa informasi resmi dan status kepesertaannya. Jangan menyimpulkan hak rawat inap hanya berdasarkan informasi lama mengenai jumlah tempat tidur pada kelas tertentu.
Cara Memeriksa Tagihan BPJS Kesehatan
Peserta dapat memeriksa informasi iuran dan status pembayaran melalui kanal layanan resmi BPJS Kesehatan. Salah satu pilihan yang tersedia adalah aplikasi Mobile JKN.
- Buka aplikasi Mobile JKN dan masuk menggunakan akun yang terdaftar.
- Pilih menu informasi iuran atau tagihan sesuai tampilan aplikasi.
- Periksa nominal tagihan dan status pembayaran yang ditampilkan.
- Jika terdapat ketidaksesuaian, periksa kembali data peserta atau hubungi layanan resmi BPJS Kesehatan.
Pastikan pembayaran dilakukan melalui kanal yang sah dan simpan bukti transaksi. Jika terdapat tunggakan, periksa jumlah tagihan serta ketentuan penyelesaian yang berlaku untuk status kepesertaan masing-masing.
Iuran BPJS Kesehatan 2026 bagi peserta mandiri masih sebesar Rp150.000 per orang per bulan untuk kelas I, Rp100.000 untuk kelas II, dan Rp42.000 untuk kelas III. Khusus kelas III, peserta membayar Rp35.000 karena terdapat bantuan pemerintah sebesar Rp7.000 per orang per bulan.
Besaran iuran dapat berbeda untuk peserta PBI dan pekerja penerima upah karena mekanisme pembayarannya tidak sama. Sebelum membayar, pastikan jenis kepesertaan, jumlah anggota keluarga, dan nominal tagihan sudah sesuai dengan data pada sistem.
Untuk memeriksa informasi iuran dan layanan terbaru, kunjungi situs resmi BPJS Kesehatan.
