Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menghitung Harga Jual Produk agar Tidak Rugi: Masukkan Biaya yang Sering Terlupakan

Menentukan harga jual produk tidak cukup hanya dengan menambahkan keuntungan di atas harga modal. Jika seluruh biaya yang dikeluarkan tidak dihitung dengan benar, harga yang terlihat menguntungkan bisa saja sebenarnya belum menutup semua pengeluaran.


Karena itu, sebelum menetapkan harga jual, pemilik usaha perlu mengetahui biaya yang benar-benar dikeluarkan untuk menghasilkan atau mendapatkan suatu produk.

Cara sederhana yang bisa digunakan adalah menghitung biaya per produk terlebih dahulu, kemudian menentukan keuntungan yang ingin diperoleh.

Apa yang Dimaksud dengan Harga Jual?

Harga jual adalah nilai yang harus dibayarkan pelanggan ketika membeli suatu produk atau jasa.

Sementara itu, biaya atau modal produk merupakan seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan produk tersebut. Pada usaha produksi, biaya dapat mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lainnya.

Karena itu, menghitung harga jual hanya berdasarkan harga bahan baku dapat membuat perhitungan keuntungan menjadi kurang akurat.

Biaya Apa Saja yang Perlu Dihitung?

Sebelum menentukan harga jual, buat daftar seluruh biaya yang berhubungan dengan produk. Beberapa biaya yang sering terlupakan antara lain sebagai berikut.

1. Bahan Baku

Bahan baku merupakan material utama yang digunakan untuk membuat produk.

Misalnya usaha makanan menggunakan tepung, gula, minyak, telur, bumbu, dan bahan tambahan lainnya. Untuk usaha nonmakanan, bahan baku dapat berupa kain, kayu, plastik, komponen elektronik, atau material lainnya.

2. Kemasan

Kemasan sering dianggap sebagai biaya kecil sehingga tidak dimasukkan dalam perhitungan.

Padahal jika sebuah produk menggunakan kotak, plastik, label, stiker, pita, botol, atau kemasan khusus, seluruh biaya tersebut tetap memengaruhi modal per produk.

3. Tenaga Kerja

Jika produk dibuat sendiri, waktu dan tenaga yang digunakan tetap mempunyai nilai

i ekonomi.

Pada usaha yang menggunakan karyawan atau tenaga borongan, biaya tenaga kerja dapat dihitung berdasarkan bagian biaya yang dialokasikan untuk setiap produk.

4. Biaya Listrik dan Produksi

Peralatan produksi membutuhkan listrik, gas, air, atau bahan bakar. Biaya tersebut dapat dialokasikan berdasarkan jumlah produk yang dibuat dalam periode tertentu.

5. Penyusutan Peralatan

Peralatan seperti mesin, oven, printer, komputer, alat produksi, atau kendaraan tidak digunakan hanya sekali.

Nilai penggunaan peralatan tersebut dapat dialokasikan sebagai biaya selama masa pemakaian sehingga harga produk tidak terlalu rendah.

6. Biaya Penjualan

Untuk penjualan melalui marketplace atau platform tertentu, bisa terdapat biaya administrasi, komisi, atau biaya lain yang dipotong dari transaksi.

Biaya tersebut perlu diperhitungkan apabila ingin mengetahui keuntungan bersih dari penjualan.

Contoh Menghitung Harga Jual Produk

Misalnya seseorang membuat produk sebanyak 100 unit dalam satu periode.

Total biaya yang dikeluarkan adalah sebagai berikut:

Komponen Biaya Jumlah
Bahan baku Rp2.000.000
Tenaga kerja Rp500.000
Kemasan Rp200.000
Listrik dan produksi Rp150.000
Biaya lainnya Rp150.000
Total biaya Rp3.000.000

Jika jumlah produksi sebanyak 100 unit, maka biaya rata-rata setiap produk adalah:

Rp3.000.000 ÷ 100 = Rp30.000

Dengan demikian, biaya yang harus ditutup dari setiap produk adalah sekitar Rp30.000.

Angka tersebut belum otomatis menjadi harga jual karena pemilik usaha masih perlu menentukan keuntungan yang ingin diperoleh.

Cara Menentukan Harga Jual Berdasarkan Target Margin

Misalnya biaya per produk adalah Rp30.000 dan target margin keuntungan berdasarkan harga jual adalah 20%.

Rumus yang dapat digunakan adalah:

Harga Jual = HPP ÷ (1 − Margin)

Dengan contoh tersebut:

Rp30.000 ÷ (1 − 20%)

Rp30.000 ÷ 0,80 = Rp37.500

Jadi, harga jual dengan target margin 20% adalah sekitar Rp37.500 per produk.

Margin dan Markup Tidak Sama

Margin dan markup sering digunakan secara bergantian, padahal keduanya mempunyai dasar perhitungan yang berbeda.

Markup dihitung berdasarkan biaya atau HPP, sedangkan margin dihitung berdasarkan harga jual.

Perbedaan tersebut perlu diperhatikan karena target markup tertentu tidak otomatis menghasilkan margin dengan persentase yang sama.

Kesalahan membedakan margin dan markup dapat membuat keuntungan yang diharapkan tidak sesuai dengan hasil sebenarnya.

Jangan Lupa Menghitung BEP

Selain menentukan harga jual, pemilik usaha juga dapat menghitung Break Even Point (BEP) atau titik impas.

BEP menunjukkan kondisi ketika pendapatan sudah mampu menutup biaya sehingga usaha belum menghasilkan keuntungan maupun kerugian.

Salah satu rumus BEP dalam unit adalah:

BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Contohnya:

  • Biaya tetap: Rp2.000.000
  • Harga jual: Rp40.000
  • Biaya variabel per unit: Rp25.000

Maka:

Rp2.000.000 ÷ (Rp40.000 − Rp25.000)

= 133,33 unit

Karena jumlah produk biasanya berupa bilangan bulat, usaha tersebut perlu menjual sekitar 134 unit untuk mencapai titik impas berdasarkan contoh perhitungan tersebut.

Mengapa Harga Jual Tidak Sebaiknya Ditentukan dari Harga Pesaing Saja?

Melihat harga pesaing memang berguna untuk mengetahui kondisi pasar. Namun, harga pesaing tidak selalu menunjukkan berapa biaya yang mereka keluarkan.

Sebuah produk bisa dijual lebih murah karena memiliki volume produksi yang lebih besar, biaya operasional yang lebih rendah, pemasok berbeda, atau strategi bisnis tertentu.

Karena itu, harga pasar sebaiknya digunakan sebagai pembanding, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan harga.

Perhitungan biaya sendiri tetap diperlukan agar pemilik usaha mengetahui batas harga yang masih masuk akal.

Checklist Sebelum Menetapkan Harga Jual

Sebelum memasang harga produk, periksa kembali beberapa komponen berikut:

  • Harga bahan baku sudah dihitung.
  • Biaya kemasan sudah dimasukkan.
  • Tenaga kerja sudah diperhitungkan.
  • Biaya listrik atau produksi sudah diperhitungkan.
  • Penyusutan peralatan sudah dipertimbangkan.
  • Biaya marketplace atau transaksi sudah diperiksa.
  • Diskon dan promosi sudah diperhitungkan.
  • Target keuntungan sudah ditentukan.
  • Harga sudah dibandingkan dengan kondisi pasar.
  • BEP sudah dihitung.

Dengan membuat perhitungan tersebut secara lengkap, risiko menetapkan harga terlalu rendah dapat dikurangi.

Kesimpulan

Cara menghitung harga jual produk agar tidak rugi dimulai dari mengetahui seluruh biaya yang dikeluarkan, bukan hanya harga bahan atau harga beli barang.

Setelah biaya per produk diketahui, pemilik usaha dapat menentukan harga jual berdasarkan target margin atau markup. Perhitungan BEP juga dapat digunakan untuk mengetahui berapa banyak produk yang perlu terjual agar biaya usaha dapat tertutup.

Harga yang baik bukan sekadar harga yang terlihat murah bagi pelanggan, tetapi harga yang tetap memungkinkan usaha menutup biaya dan memperoleh keuntungan secara wajar.