Tarif Listrik PLN Oktober 2026: Daftar Harga per kWh dan Golongan

Tarif listrik PLN Oktober 2026 menjadi informasi yang banyak dicari masyarakat untuk mengetahui biaya pemakaian listrik per kWh. Tarif listrik berbeda berdasarkan golongan pelanggan, daya, serta status pelanggan subsidi atau nonsubsidi.

Memasuki Oktober 2026, pelanggan perlu memperhatikan bahwa penyesuaian tarif listrik nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Karena itu, informasi tarif perlu mengikuti keputusan pemerintah untuk periode yang sedang berjalan.

Tarif Listrik PLN Oktober 2026

Tarif tenaga listrik PLN terdiri dari berbagai golongan pelanggan. Untuk pelanggan nonsubsidi, besaran tarif dihitung berdasarkan ketentuan tarif tenaga listrik yang berlaku. Sementara pelanggan tertentu masih mendapatkan tarif bersubsidi dari pemerintah.

Berikut sejumlah tarif per kWh yang menjadi acuan berdasarkan golongan pelanggan:

Golongan Daya Tarif per kWh
R-1/TR 900 VA Rp1.352
R-1/TR 1.300 VA Rp1.445
R-1/TR 2.200 VA Rp1.445
R-2/TR 3.500–5.500 VA Rp1.700
R-3/TR 6.600 VA ke atas Rp1.700
B-2/TR 6.600 VA–200 kVA Rp1.445
B-3/TM Di atas 200 kVA Rp1.122
I-3/TM Di atas 200 kVA Rp1.122
I-4/TT 30.000 kVA ke atas Rp997
P-1/TR 6.600 VA–200 kVA Rp1.700
P-2/TM Di atas 200 kVA Rp1.533
P-3/TR Penerangan Jalan Umum Rp1.700
L/TR, TM, TT Berbagai daya Rp1.645

Tarif Listrik Rumah Tangga 900 VA

Pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA perlu membedakan antara pelanggan 900 VA subsidi dan 900 VA nonsubsidi. Keduanya tidak menggunakan tarif yang sama.

Pelanggan 900 VA nonsubsidi termasuk dalam golongan R-1/TR dengan tarif sebesar Rp1.352 per kWh. Sementara pelanggan yang mendapatkan subsidi menggunakan tarif khusus sesuai ketentuan pemerintah.

Tarif Listrik Rumah Tangga 1.300 VA

Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, tarif listrik yang tercantum untuk golongan R-1/TR adalah Rp1.445 per kWh.

Besarnya tagihan listrik setiap bulan tetap bergantung pada jumlah energi yang digunakan. Semakin banyak kWh yang dipakai, semakin besar pula biaya pemakaian listrik.

Tarif Listrik Rumah Tangga 2.200 VA

Pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA juga termasuk golongan R-1/TR. Tarif listrik yang digunakan berada pada angka Rp1.445 per kWh.

Contohnya, apabila pemakaian listrik mencapai 100 kWh dalam satu periode, biaya pemakaian berdasarkan tarif energi tersebut sekitar Rp144.500 sebelum memperhitungkan komponen lain yang dapat muncul dalam tagihan atau transaksi listrik.

Tarif Listrik 3.500 VA sampai 5.500 VA

Pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA masuk dalam golongan R-2/TR. Tarif listrik untuk golongan tersebut berada pada angka Rp1.700 per kWh.

Pelanggan dengan daya lebih besar sebaiknya memperhatikan penggunaan peralatan elektronik karena konsumsi listrik dapat meningkat ketika banyak perangkat digunakan dalam waktu bersamaan.

Tarif Listrik 6.600 VA ke Atas

Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 6.600 VA ke atas, golongannya termasuk R-3/TR. Tarif listrik yang tercantum adalah Rp1.700 per kWh.

Total biaya listrik tidak hanya ditentukan oleh daya yang terpasang. Jumlah pemakaian energi dalam satuan kWh juga menjadi faktor penting dalam menentukan biaya yang harus dibayarkan.

Perbedaan Tarif Listrik Subsidi dan Nonsubsidi

Tarif listrik subsidi diberikan kepada kelompok pelanggan tertentu yang memenuhi ketentuan pemerintah. Sementara tarif nonsubsidi berlaku bagi pelanggan yang tidak mendapatkan subsidi.

Karena itu, pelanggan dengan daya yang sama belum tentu membayar tarif per kWh yang sama apabila status pelanggannya berbeda.

Informasi mengenai golongan pelanggan perlu diperiksa sebelum menghitung biaya listrik agar hasil perhitungan tidak keliru.

Cara Menghitung Biaya Pemakaian Listrik

Perhitungan sederhana biaya pemakaian listrik dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah energi yang digunakan dengan tarif listrik per kWh.

Misalnya seorang pelanggan menggunakan listrik sebanyak 150 kWh dan tarif yang berlaku adalah Rp1.445 per kWh. Maka perkiraan biaya energi dapat dihitung sebagai berikut:

150 kWh × Rp1.445 = Rp216.750

Perhitungan tersebut merupakan gambaran biaya energi berdasarkan tarif per kWh. Tagihan atau jumlah pembelian token yang sebenarnya dapat dipengaruhi komponen lain sesuai jenis layanan dan ketentuan yang berlaku.

Kenapa Harga Token Listrik Bisa Berbeda?

Nominal token listrik yang dibeli pelanggan tidak selalu sama dengan jumlah kWh yang masuk ke meter. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh tarif listrik, pajak penerangan jalan, serta komponen lain sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, membeli token dengan nominal yang sama tidak selalu menghasilkan jumlah kWh yang identik untuk setiap pelanggan.

Apakah Tarif Listrik PLN Oktober 2026 Naik?

Tarif listrik nonsubsidi dievaluasi setiap tiga bulan berdasarkan sejumlah parameter ekonomi makro, termasuk nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia, inflasi dan harga batubara acuan.

Pemerintah sebelumnya menetapkan tarif listrik triwulan III 2026 tetap atau tidak mengalami kenaikan. Untuk periode berikutnya, pelanggan perlu mengikuti keputusan pemerintah mengenai tarif triwulan IV 2026.

Dengan demikian, pelanggan sebaiknya tidak hanya melihat informasi yang beredar di media sosial, tetapi memperhatikan pengumuman resmi ketika terdapat perubahan tarif.

Tips Menghemat Pemakaian Listrik

Agar pengeluaran listrik tetap terkendali, penggunaan energi di rumah dapat dilakukan secara lebih efisien. Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi pemakaian listrik.

  • Matikan lampu ketika ruangan tidak digunakan.
  • Cabut peralatan elektronik yang tidak diperlukan.
  • Gunakan AC sesuai kebutuhan.
  • Pilih peralatan elektronik yang hemat energi.
  • Hindari menyalakan banyak perangkat berdaya besar secara bersamaan apabila tidak diperlukan.
  • Pantau penggunaan listrik secara berkala.

Tarif Listrik Perlu Dicek Secara Berkala

Tarif listrik PLN dapat mengikuti kebijakan pemerintah dan mekanisme penyesuaian yang berlaku. Oleh karena itu, pelanggan sebaiknya memeriksa informasi terbaru ketika akan menghitung biaya listrik bulanan atau membeli token dalam jumlah tertentu.

Selain mengetahui tarif per kWh, memahami daya listrik dan jumlah pemakaian juga penting agar pelanggan dapat memperkirakan pengeluaran listrik dengan lebih tepat.

Dengan mengetahui golongan pelanggan dan tarif yang berlaku, masyarakat dapat mengatur penggunaan listrik sekaligus memperkirakan biaya energi yang harus disiapkan setiap bulan.